Humanis , Polwan Sat Lantas Polres Sampang Sosialisasikan Penggunaan Lampu Rotator dan Sirine

Tribratanewssampang.net – Di Pimpin Langsung Kasat Lantas Polres Sampang AKP Musa Bachtiar S.sos. MM. Bersama anggota Polwan Satlantas Polres Sampang Jawa Timur, melaksankan sosialisasi penggunaan lampu rotator dan sirine, di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Sampang, Rabu (11/10/2017).

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar SIK. melalui Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bachtiar S.sos. MM mengatakan sosialisasi ini digelar, seiring dengan menjamurnya lampu rotator dan sirine atau lampu yang menyilaukan yang digunakan oleh masyarakat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena kendaraan roda dua dan empat dilarang menggunakan lampu tersebut.

Jika kedapatan oleh pihak kepolisian maka akan diproses secara hukum. Menurutnya, apabila penggunaan komponen tersebut diluar ketentuan, maka pelanggar dapat dikenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4)  UU No 22 Tahun 2009.

“Sosialisasi ini digelar seiring dengan menjamurnya masyarakat yang memakai lampu rotator dan sirene dan lampu yang menyilaukan yang bukan pada peruntukannya,” ujarnya.

Menurut Kasat Lantas,sosialisasi tersebut juga akan dilaksanakan kepada instansi pemerintah  agar tidak menggunakan lampu rotator dan sirene yang bukan peruntukannya.

“Sosialisasi ini dilaksanakan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada instansi pemerintah dengan langsung mendatangi dan berkoordinasi ke kantor,” ujarnya

Kasat Lantas menjelaskan, Adapun berdasarkan UU No 22 Tahun 2009 pasa 59 ayat (5) Pengguna lampu isyarat dan sirine sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia

Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah; dan lampu isyarat warna kuning tanpa sirine digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Kasat Lantas menambahkan, jika masayarakat menggunakan rotator dan sirine akan dikenakan ancaman hukuman sesuai pasal 59, pasal 106 ayat 04 dan pasal 134 dipidana dengan pidana ancaman hukuman 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

“Sesuai dengan undang undang masyarakat yang menggunakan rotator, sirine dan lampu menyilaukan, ini di ancam hukuman 1 bulan penjara dan didenda Rp250.000,” katanya.

Kasatlantas Polres Sampang yang merupakan mantan komandan Peleton Brimob Bojonegoro Jawa Timur ini berharap sosialisasi tentang aturan ini  bisa diketahui masyarakat dan instansi pemerintah sehingga timbul kesadaran untuk tidak menggunakan atau memasang lampu rotator dan sirine serta lampu yang bisa menyinarkan serta menyilaukan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*