Polisi Segera Amankan Lokasi Kebakaran Akibat Korsleting Listrik di Sampang

Hari ini (14/1/17), nahas menimpa Muhlis seorang guru berusia 37 tahun setelah mengetahui rumahnya terbakar saat ditinggal mengajar. Rumahnya yang beralamatkan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kec.Sampang hangus dilalap api. Berawal dari kecurigaan istrinya yang saat itu sekitar pukul 09.00 WIB sedang memasak di dapur mencium bau kabel terbakar. Setelah mengecek satu persatu ruangan dirumah itu, istri Muhlis kaget melihat TV dan kasur di kamar depan sudah dilalap kobaran api. Setelah itu istri muhlis segera keluar dan berteriak meminta pertolongan. Dengan cepat warga berdatangan ke rumah Muhlis untuk membantu memadamkan si jago merah.

Tidak lama kemudian, polisi dan satu unit truk pemadam kebakaran tiba dilokasi dan api akhirnya bisa segera dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, hanya saja Muhlis mengaku mengalami kerugian sekitar 40 juta rupiah dari barang-barang yang hangus. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KA SPKT) IPDA Vebby Andis Ferdian yang saat itu mengamankan lokasi mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan murni kecelakaan akibat korsleting listrik. “Tidak ada unsur kejahatan dalam kejadian ini, semuanya murni kecelakaan karena semrawutnya kabel listrik sehingga menimbulkan percikan api dan menyebabkan kebakaran sepertin ini” ungkapnya.

Untuk menghindari adanya kejadian serupa, diharapkan kepada seluruh warga Sampang agar selalu waspada dan merapikan kabel-kabel dirumahnya serta mengganti kabel yang sudah terkelupas sehingga terhindar dari korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.

(io)

Dihadiri Ribuan Santri, Dzikir Akbar di Sampang Berjalan Aman dan Lancar

Sekitar 3000 santri dari berbagai wilayah Kabupaten Sampang menghadiri acara Dzikir Akbar yang dilaksanakan di Lapangan Wijaya Kusuma Sampang. Sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi (14/1/17) sedikit demi sedikit santri mulai hadir memadati Lapangan Wijaya Kusuma. Tujuan diadakannya Dzikir Akbar ini adalah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain para santri, para tokoh ulama dari berbagai wilayah Indonesia, pimpinan pondok pesantren, dan ormas islam juga turut hadir dalam acara ini.
Selain menjadi kesempatan silaturahmi para Ulama, acara ini juga menjadi ajang penyampaian tausyiah dari para Ulama kepada para santri. Adapun beberapa poin yang disampaikan saat tausyiah adalah menumbuhkan cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI, mengajak agar warga menangkal bahaya radikalisme, dan mewaspadai bahaya laten komunis (PKI gaya baru).
Menanggapi ramainya acara tersebut, Polres Sampang telah menyiagakan ratusan personil di tempat diadakannya acara dan di simpul-simpul jalan yang akan dilewati rombongan santri. Anggota Polsek jajaran bertugas mengawal rombongan santri dari masing-masing wilayah ke lokasi Dzikir Akbar hingga kembali ke wilayah untuk mengantisipasi adanya tindakan provokatif. Anggota Sat Lantas melakukan rekayasa lalu lintas agar jalur protokol yang digunakan tetap berjalan lancar. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar,SIK turut hadir ditengah-tengah para ulama untuk mendukung acara tersebut. Sampai sekitar pukul 12.00 WIB acara selesai dengan aman dan lancar, para ulama dan santri kembali ke wilayah masing-masing dalam keadaan aman.
(io)

PORTAL RESMI POLRI